Danau Kaco, Danau Unik dengan kejernihan air yang berwarna biru

Danau Kaco


Robi Rusman | 2017-12-26, 14:31:10 WIB | 1916 Views

Jangan mati dulu sebelum datang ke Kerinci. Danau Kaco mungil yang terbentuk berukuran sekitar 35 x 35 meter melahirkan cahaya seperti batu akik warna biru yang di senter yang telah menghipnotis para pengunjungnya. Tempat wisata ini wajib dikunjugi para wisatawan jika menghabiskan liburan di Kerinci karena keindahan nya seakan membuat mata tak berkedip.

Berwisata Ke Danau Kaco

Sekitar pukul 08.00 pagi bergegas beranjak dari sungai penuh untuk menuju lokasi danau kaco dengan penuh semangat dan doa. Berselimut dingin nya cuaca Kerinci dan berharap matahari di hari ini tak segan untuk memancarkan sinarnya.

Mata tak henti berkedip pandangi sawah warga yang di sirami dengan bias cahaya mentari pagi mengiringi perjalan hari ini.  Meskipun bising nya suara mesin yang lalu lalang, salip menyalip,  tak mengurangi sedikitpun kesejukan, keindahan panorama.

Pemandangan sawah Kerinci

Pemandangan Pagi

Tepatnya pukul 09.00 Wib, sampailah di Desa Jujun. Disini sebaiknya kita memeriksa semua kebutuhan yang diperlukan seperti membeli nasi, air minum, multivitamin dll. Perjalanan ke danau kaco tak bisa dianggap enteng, meskipun jalurnya landai tapi kita wajib mempersiapkan bekal sebab perjalanan ke danau kaco bukanlah suatu perjalanan ke Mall atau pasar, tetapi kita mesti melewati hutan adat dan melintasi kawasan TNKS (Taman Nasional Kerinci Seblat). Tak ada istilah “Sombong” jika berada di hutan, Tak ada istilah “Kuat”, Komplitnya tak ada istilah “Takabur”, Lebih baik selamat hingga pulang dalam keadaaan rendah hati daripada mati nyasar karena kesombongan.

Rumah makan jujun

Rumah Makan Jujun

Setelah siap melengkapi semua kebutuhan yang diperlukan, rute selanjutnya adalah menuju desa Lempur (Desa Wisata Kerinci) dimana melalui desa ini lah kita mulai melangkahkan kaki untuk menuju Danau Kaco. Sekitar pukul 9.30 WIB sampailah di pintu masuk danau kaco dengan membayar retribusi Rp. 10.000/orang. Disini petugas juga menyediakan lokasi parkir.

Tugu Depati Parbo

Tugu Depati Parbo

Gambar diatas adalah gambar tugu Pahlawan Depati Parbo yang merupakan pahlawan dari kerinci. Tapi Meskipun Beliau tidak ditetapkan sebagai pahlawan nasional, namun perjuangannya selalu dikenang rakyat kerinci.

Pada pukul 09.45 WIB, inti perjalanan pun di mulai. Sebelumnya kita sebaiknya berdoa terlebih dahulu agar selamat hingga tujuan.

Banyak hal yang dapat dinikmati, suara burung, suara angin, suara air, selalu terdengar mengiringi perjalanan, seperti suara alam yang kita butuhkan saat meditasi bagi yang suka melakukan meditasi. Yang lebih asyiknya lagi ditambah dengan canda tawa membuat letihnya perjalanan berubah menjadi perjalanan yang mengasyikkan hingga kita lupa bagaimana rasanya lelah.

Berjalan sekitar kurang dari 1 jam, kita akan menemukan tempat peristirahatan (Shelter 1). Disini kita bisa istirahat sejenak untuk mengeringkan keringat, makan cemilan dll. Tapi ingat, sampahnya jangan dibuang sembarangan.

Shelter 1 Danau kaco

Shelter 1 Danau Kaco

Seusai bercerita panjang lebar dan berbagi pengalaman bersama wisatawan lainnya yang juga beristirahat di shelter 1, kita harus bergegas melanjutkan perjalan untuk menuju shelter dua dan membutuhkan waktu sekitar 20 menit lagi dan itupun tergantung dengan kondisi fisik masing-masing.

Shelter Dua Danau Kaco

Shelter 2 Danau Kaco

Dengan keadaan fisik yang mulai lelah, tapi semangat 45 tetap berkobar. Keadaan jalan yang becek pun dilalui. Antara shelter dua dan dan danau kaco, kita akan menemukan aliran sungai. Sungai inilah yang dinamakan Sungai Manjuto. Untuk cerita menarik mengenai sungai manjuto ini, kita harus bertanya kepada penduduk asli Desa Lempur untuk mendapatkan cerita-cerita asal muasal sungai, cerita zaman dulu, bahkan kita akan dikejutkan bahwa bukan hanya danau kaco yang terdapat di lempur, masih banyak danau yang lainnya.

Sungai Manjuto

Penyebrangan Sungai Manjuto

Sekitar Pukul 12.10 sampailah di danau impian, danau unik, kecil mungil tapi menyimpan cerita dan seribu misteri.

Danau Kaco

Danau Kaco

Di danau kaco kita bisa melihat ikan-ikan berenang, menurut cerita warga dilarang membawa ikan ini pulang, jika mau mancing ikan maka ikan tersebut harus di makan ditempat.

 

Cerita Rakyat Tentang Danau Kaco

Menurut kepercayaan warga setempat, cahaya yang dikeluarkan dari dasar Danau Kaco merupakan cahaya intan yang tersimpan di dasar air. Intan tersebut disimpan oleh Raja Gagak, yang berkuasa pada saat itu. Menurut sesepuh desa, intan yang disimpan Raja Gagak di dasar Danau Kaco adalah intan titipan yang merupakan ikatan janji pangeran-pangeran yang ingin melawar putri Raja Gagak yang bernama Putri Napal Melintang. Semua lamaran anak raja yang di Kerinci diterima oleh Raja Gagak, akhirnya dia kebingungan ingin nerima pelamar yang mana. Putri Nepal Melintang sendiri dikenal dengan wajah yang sangat cantik sehingga ia disukai oleh pemuda yang ada pada zaman itu. Bahkan karena kecantikannya ia disukai oleh ayahnya sendiri. Raja Gagak membawa lari putrinya beserta perhiasan Intannya yang dititipkan oleh pengeran sebagai tanda janji. Konon intan yang dibawa lari oleh Raja Gagak disimpan di dasar Danau Kaco. Sampai saat ini warga Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya masih mempercayai bahwa intan tersebut masih tersimpan di dasar danau.

Tips dan Trik Ke Danau Kaco

  1. Untuk menuju danau ini diperlukan kesiapan fisik dan mental.
  2. Wisatawan sebaiknya mempersiapkan perlengkapan p3k, logistik seperti makanan ringan bahkan bawalah nasi agar bisa menikmati sensasi makan di pinggir danau (Sampah jangan buang sembarangan)
  3. Bawalah Mantel (raincoat, cukup yang seharga Rp.6000) karena kita tidak akan pernah tau keadaan cuaca selanjutnya, hujan tak akan menelpon telebih dahulu jika ia ingin turun.
  4. Bawalah pakaian ganti
  5. sebaiknya menuju danau kaco sebelum pukul 10.00 wib, dan usahakan kita-lah yang pertama kali sampai karena danau akan kelihatan keruh jika ada yang mandi. Wisatawan yang hendak menuju danau kaco lewat pada pukul 13.00 biasanya dilarang Petugas mengingat keselamatan pengunjung.
  6. Jangan sampai Turun kemalaman, Kasihan Penduduk warga yang menjadi repot. Kesepakatan kaum petinggi adat Desa Lempur jika ada yang turun kemalaman maka semua penduduk desa akan menjemput sampai ke danau. Mengingat beberapa kejadian yang tidak diinginkan terjadi akhir-akhir ini.
  7. Sewa lah pemandu bagi yang belum pernah kesini demi keselamatan.
  8. Jika ingin camping di danau kaco, sebaiknya perhitungkan munculnya terang bulan. Karena danau ini akan kelihatan sangat indah jika dibawah bulan purnama.



  Post Terkait


Tari Asyeik Kerinci

Tari Asyeik Kerinci

Tari asyeik merupakan sebuah tarian purba yang...

Gunung Kunyit

Gunung Kunyit

Salah satu hutan yang berada dalam kawasan Taman...

Kulit Manis Kerinci

Kulit Manis Kerinci

Herbal yang terpenting dan terkenal di Kerinci...

Air Panas Semurup

Air Panas Semurup

Bukan hanya kaya akan air terjun, danau maupun...

Rawa Bento

Rawa Bento

Jangan lupa mampir di Rawa Bento kalau ke...

Kebun Teh Kayu Aro

Kebun Teh Kayu Aro

Layak Karpet Hijau yang terbentang di kaki Gunung...

Leave comment







kami pasti memberikan pelayanan yang terbaik