Danau Lingkat, Air Yang Hijau Pekat Bagai Zamrud Kerinci

Danau Lingkat


Robi Rusman | 2017-12-30, 12:54:32 WIB | 437 Views

Danau Lingkat Berbeda dengan Danau Kaco yang airnya biru seperti kaca, danau yang satu ini bagaikan zamrud kerinci karena memiliki air yang hijau pekat. Danau Lingkat memiliki luas sekitar 12 ha pada ketinggian 1.100 Mdpl terletak dipinggiran hutan TNKS bersebelahan dengan hutan adat. Danau ini dikenal keramat dan memiliki beberapa pantangan untuk wisatawan

Sensasi yang asri disuguhkan oleh keindahan Danau Lingkat ini, hamparan pepohonan melengkapi suasana alam yang membuat mata kita enggan untuk berkedip. Udara segar yang jauh dari polusi membuat kita betah untuk bermasalas-malasan di Danau yang satu ini.

Keindahan Danau Lingkat sungguh menawan, mengundang kekaguman dan rasa syukur yang tulus tentang Maha Karya Sang Pencipta. Disini wisatawan dapat menjelajahi Danau Lingkat dengan menggunakan rakit bambu sambil menyaksikan pemandangan alam.

Cerita Rakyat Tentang Danau Lingkat

Ceritanya begini, dulu, sekitar abad ke-16 ada seorang anak gadis dari Desa Selampaung, tidak jauh dari Desa Lempur, hilang saat naik perahu di danau itu. Karena anaknya tidak pulang-pulang ke rumah, orangtua si gadis dibantu masyarakat desa pergi mencarinya ke danau. Tapi usaha itu sia-sia, dan warga pun kembali ke Desa Selampaung. Malam harinya seorang tokoh adat kampung Selampaung bermimpi. Ia diberitahu bahwa si gadis dibawa oleh “orang gunung”, makhluk halus penghuni danau. Lantaran masih penasaran, keesokan hari warga kembali melakukan pencarian di danau. Air danau ditimba beramai-ramai menggunakan rantang, namun si gadis tetap saja tidak ketemu.Orangtua si gadis yang tidak diketahui namanya sampai kini itu akhirnya pasrah. Masyarakat setempat kemudian bersumpah tidak akan memakai perahu lagi di Danau Lingkat.

Beberapa tokoh masyarakat kampung bahkan melarang warganya mengunjungi danau itu. Hal itu terjadi hingga beratus-ratus tahun. Entah siapa yang memulai, di awal era 80-an masyarakat Lempur dan sekitarnya, termasuk Selampaung, mulai berani datang ke Danau Lingkat. Saat itu belum ada jalan motor, apalagi mobil. Yang ada hanya jalan setapak, melintasi lereng-lereng bukit yang dipenuhi dengan pohon-pohon kayu manis (cassiavera). Dengan berjalan kaki dari Desa Lempur dibutuhkan waktu sekitar setengah jam.Sesuai sumpah para leluhurnya, hingga kini masyarakat sekitar danau tidak berani berperahu di Danau Lingkat. Untuk sekedar bermain di danau warga menggunakan rakit bambu. Warga setempat juga mengingatkan pengunjung danau agar tidak bicara sombong dan takabur. “Asal tidak takabur, tidak apa-apa berakit di danau ini,” ujar warga lainnya, Bani Amin.

Cerita lain menyebutkan, di salah satu pojok danau, persisnya diujung sebelah kanan, dipercaya sebagai tempat pemandian tujuh putri dewa penguasa danau. Waktu putri-putri itu mandi bisa diketahui dengan memekarnya bunga di sekitar tempat pemandian pada saat-saat tertentu. Menariknya, bila memekar bunga itu mengeluarkan aroma yang sangat wangi.

Di seberang danau, terdapat sebuah batu besar. Uniknya, warna batu tersebut berbelang-belang, sehingga batu itu kemudian dinamakan “batu belang”. Konon kabar, batu itu merupakan tempat dewa “belimau”, atau mandi membersihkan diri dengan ramuan khas tradisional. Batu tersebut masih ada sampai sekarang. Percaya atau tidak, yang pasti Danau Lingkat masih menyimpan segudang misteri. Kawasan itu sangat cocok dijadikan objek wisata.

Akses ke Danau Lingkat

Danau Lingkat terletak di Desa Lempur Kabupaten Kerinci. Untuk Mencapai Danau ini, dari Kota Sungai Penuh kita bisa menggunakan transportasi darat dengan waktu tempuh sekitar 1 Jam. Dari Sungai Penuh kita langsung menuju Jujun lewat jalan ke arah Polres Kerinci. Sesampai di Simpang Jujun langsung arah lurus dan melewati desa Lolo. Jika bingung agan-agan bisa bertanya kepada masyarakat atau bisa menggunakan google map.

Tips & Trik Ke Danau Lingkat

  1. Danau Lingkat masih menyimpan misteri, untuk itu wisatawan tidak boleh melamun maupun takabur.
  2. Hunting adalah kegiatan menyenangkan di Danau Lingkat. 
  3. Bertanyalah kepada warga tentang asal-usul Danau Lingkat ini, maka kita akan mendengarkan cerita yang seru dan menambah wawasan tentang danau lingkat.



  Post Terkait


Danau Kaco

Danau Kaco

Jangan mati dulu sebelum datang ke Kerinci. Danau...

Tari Asyeik Kerinci

Tari Asyeik Kerinci

Tari asyeik merupakan sebuah tarian purba yang...

Gunung Kunyit

Gunung Kunyit

Salah satu hutan yang berada dalam kawasan Taman...

Kulit Manis Kerinci

Kulit Manis Kerinci

Herbal yang terpenting dan terkenal di Kerinci...

Air Panas Semurup

Air Panas Semurup

Bukan hanya kaya akan air terjun, danau maupun...

Rawa Bento

Rawa Bento

Jangan lupa mampir di Rawa Bento kalau ke...

Leave comment







kami pasti memberikan pelayanan yang terbaik