Gambaran Umum Kerinci, Lembah yang dilingkari Bukit barisan

Gambaran Umum Kerinci


Robi Rusman | 2017-12-21, 16:54:07 WIB | 490 Views

Kabupaten kerinci adalah wilayah yang paling barat dari provinsi jambi,didirikan pada tanggal 10 november 1958 berdasarkan undang-undang darurat no 19 tahun 1967 (LN tahun 1957 No.75). luas wilayah kabupaten kerinci 4.200 Km2 atau 7,8% dari luas Provinsi Jambi.

Kabupaten Kerinci terdiri dari daerah pegunungan dataran tinggi dan beberapa dataran rendah merupakan renah (lembah), yang dilingkari oleh Bukit Barisan Pulau Sumatera. Di daerah ini terdapat dua buah Gunung berdiri megah, salah satunya menjadi lambing kejayaan Bumi Sakti Alam Kerinci, yaitu : Diutara terdapat Gunung Kerinci (masih aktif) dengan ketinggian 3.805m dpl, merupakan gunung tertinggi di Pulau Sumatera, dan Sebelah Selatan terdapat Gunung Raya dengan ketinggian 2.159m dpl.Disamping itu di daerah Kerinci terdapat pula beberapa danau yang menarik, antara lain yang terkenal Danau Kerinci, Danau Gunung Tujuh dan Danau Kaco. Sedangkan air terjun juga banyak terdapat di Kabupaten Kerinci yang tidak kalah menariknya di antaranya air terjun Pancaro Rayo, Air Terjun Pancaro Gading, Air Terjun Telun Berasap, Air Terjun Talang Kemulun dll.

2. Topografi

 

Pada umumnya keadaan topografi Kabupaten Kerinci terbentuk dataran bergelombang, terdiri dari lembah dataran tinggi dan mata rantai pergunungan Bukit Barisan Sumater. Daerarah Kerinci menurut bentang alamnya dapat dibagi atas tiga bagian yaitu :

 

  1. Tanah pergunungan bahagian barat.
  2. Tanah pergunungan bahagian timur.
  3. Lembah dataran tinggi yang berada di tengahnya

 

Menurut pakar geologi lembah Kerinci (enclave) terbentuk karena adanya penurunan Bukit Barisan. Air yang terdapat di lereng-lereng gunung di sekitar lembah Kerinci, mengisi lembah ini sehingga membentuk sebuah danau besar. Dengan adanya gejala-gejala alam selama ribuan tahun, danau besar tadi menjadi Danau Kerinci sekarang dan airnya mengalir lewat sungai Batang Merangin. Daerah ini terkena alur patahan Sumatera, dan secara periodic dapat terjadi gempa tektonik sebagai akibat gerakan bagian-bagian dari lithosfera yang mendapat tekanan horizontal berlawanan arah.Kondisi alam Kabupaten Kerinci masih banyak di tutupi oleh hutan lindung yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) seluas 210.000 ha (51%) dari luas Kabupaten Kerinci. Sungai-sungai dalam ukuran sedang (lebar 20-40m) antara lain adalah Batang Merangin, Batang Sangir, Sungai Betung, Sungai Sikai, Sungai Abu, Batang Siulak, Batang Merao, Batang Tapan, Sungai Bungkal, Batang Tebo, Air Limat, Air Penetai dan Lainnya.

3. Iklim

Iklim Kabupaten Kerinci secara keseluruhan di pengaruhi oleh iklim kawasan hutan TNKS yaitu beriklim tropika basah dengan curah hujan relative tinggi termasuk iklim tipe AF, kecuali pada cekungan lembah Kerinci iklim tipe Am. Rata-rata curah hujan mencapai 3.085,5 mm/tahun, kelembaban udara berkisar antara 78 sampai 86 MmHg, dan suhu rata-rata pada dataran lembah Kerinci minimum 17,40 C maksimum mencapai 27,60 C (sumber : Stasiun Meteorologi & Geofisika Kab.Kerinci).Curah hujan maksimum terjadi pada bulan November dan Desember, kunjungan wisata terbaik di Kabupaten Kerinci pada bulan Juni sampai Agustus. Keadaan udara belum tercemar oleh polusi industri, Kabupaten Kerinci sangat tepat untuk peristirahatan melepas lelah dari hingar bingar perkotaan.Daerah Kabupaten Kerinci yang berudara sejuk, suhu berkisar antara 180C sampai 22,60 C, dengan curah hujan rata-rata 2.500 mm/tahun. Iklim serta Kabupaten Kerinci terletak pada ketinggian 725 mdpl hingga 1.500 mdpl, menjadikan daerah ini sebagai lumbung padi Provinsi Jambi dan penduduknya hidup dari sector pertanian dan perkebunan.

4. Kependudukan

Penduduk asli kerinci berasal dari Ras Proto Melayu (Monggoloid). Pupolasi mereka pada zaman prasejarah sangat banyak, penduduk Proto melayu ini menjadi induk yang menurunkan suku Kerinci. Perkembangan penduduk Kerinci sekarang sudah merupakan asimilasi dari suku lainnya di Indonesian, terutama suku bangsa Indonesia bagian Barat. Daerah Kerinci yang mempunyai luas areal 4.200 km2 itu, berpenduduk sekitar 300.370 jiwa (sumber : Data BPS Kabupaten Kerinci).Pemukiman penduduk pada lingkungan alam yang mendiami daerah Kerinci sebelum tahun 1903 kerinci merupakan satu kerajaan yang di perintahi oleh Depati IV Delapan Helai Kain Alam Kerinci. Yang di maksud kerajaan disini bukanlah merupakan satu pemerinahan yang di perintahi oleh raj (dinasti) yang turun temurun, tetapi adalah pemerintahan adat yang disebut Depati IV Pemangku Lima Delapan Helai Kain. Kerinci Pegawai Rajo Pegawai Jenang Suluh Bindang Alam Kerinci. Pemerintahan ini lah yang di hadapan Belanda pada tahun 1930. Raja atau Depati disini adalah panggilan sko, karena tugas Depati di setiap dusun memegang pucuk pimpinan tertinggi dalam peraturan adat. Sebelum penjajahan belanda masuk daerah ini, masyrakat hidup dengan damai sentosa menjalankan syariat agama islam yang dipimpin oleh golongan 4 jenis, yaitu ulama, kaum adat, cerdik pandai dan pemuda.Penduduk kerinci adalah penduduk yang amat fanatic terhadap agama islam terbuki dengan adanya masjid sebanyak 167 buah, langgar sebanyak 297 buah. Kefanatikan beragama terutama agama islam ini masih tertanam dalam jiwa masyarakat Kerinci sampai sekrang. Unsur kebudayaan islam berkembang dengan pesat, yang menjadikan dasar kebudayaan dan adat istiadatnya. Kehidupan masyarakat Kerinci bersama kemuliaan golongan adat bagi anak kemenakan di dusun-dusun mempunyai tanggung jawab besar terhadap perkembangan penduduk Kerinci.



  Post Terkait


Kerinci Valley

Kerinci Valley

Kerinci is a stunning mountain valley tucked away...

Bukit Khayangan

Bukit Khayangan

Bukit yang merupakan rangkaian dari bukit barisan...

Gunung Kerinci

Gunung Kerinci

Gunung aktif tertinggi di Asia Tenggara dengan...

Leave comment







kami pasti memberikan pelayanan yang terbaik