Gunung Kerinci, Pesona Diatas Awan Sakti Alam Kerinci

Gunung Kerinci


Robi Rusman | 2017-12-21, 16:55:57 WIB | 298 Views

Gunung aktif tertinggi di Asia Tenggara dengan ketinggian 3.805Mdpl, gunung bertipe stratovolcano yang terakhir kali meletus pada tahun 2009. Gunung ini berbentuk kerucut dengan lebar 13 km (8 mil) dan panjang 25 km (16 mil), memanjang dari utara ke selatan. Pada puncaknya di sisi timur laut terdapat kawah sedalam 600 meter (1.969 kaki) dan berukuran 400 x 120m. Puncak yang diincar para pendaki Indonesia maupun pendaki dari mancanegara ini terletak di Provinsi Jambi yang berbatasan dengan provinsi Sumatera Barat, di Pegunungan Bukit Barisan, dekat pantai barat, dan terletak sekitar 130 km sebelah selatan Padang. Gunung ini dikelilingi hutan lebat Taman Nasional Kerinci Seblat dan merupakan habitat harimau sumatra, badak sumatra, maupun jenis-jenis burung yang mampu menghibur telinga.

Hal yang dapat dinikmati di Gunung Kerinci

Keindahan panorama yang natural dengan kekayaan flora dan fauna dapat ditemui mulai dari dataran rendah hingga puncak, tidak hanya untuk dinikmati tetapi sangat baik untuk melakukan penelitian dan pendidikan. Para Pendaki dapat melihat di kejauhan membentang pemandangan indah Kota Jambi, Padang, dan Bengkulu, Bahkan Samudera Hindia yang luas dapat terlihat dengan jelas, yang menariknya lagi seperti berada di sebuah negeri diatas awan seperti yang ada di dalam dongeng, menyambut matahari pagi dengan secangkir kopi dan teh asli kerinci. Di sebelah timur terdapat danau Bento, rawa berair jernih tertinggi di Sumatera. Di belakangnya terdapat gunung tujuh dengan danau yang sangat indah yang merupakan danau kaldera tertinggi di Asia tenggara yang seolah-olah mampu disentuh dan digenggam oleh tangan dari puncak gunung ini.

Akses Ke Gunung Kerinci

Pendakian ke puncak Gunung Kerinci memakan waktu dua hari mulai dari Pos Kersik Tuo. Desa Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro berada pada ketinggian 1.400 mdpl dengan penduduk yang terdiri dari para pekerja perkebunan keturunan Jawa, sehingga bahasa setempat adalah bahasa Jawa. Dari Kersik Tuo kita menuju ke Pos penjagaan TNKS atau R10 pada ketinggian 1.611 mdpi dengan berjalan kaki sekitar 45 menit melintasi perkebunan teh. Pondok R 10 adalah pondok jaga balai TNKS untuk mengawasi setiap pengunjung yang akan mendaki Gunung Kerinci. Dari R10 kita menuju ke Pintu Rimba dengan ketinggian 1.800 mdpl, Jaraknya sekitar 2 km dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam perjalanan. Medannya berupa perkebunan/ladang penduduk, kondisi jalan baik (aspal) sampai ke batas hutan. Pintu Rimba merupakan gerbang awal pendakian berada dalam batas hutan antara ladang dan hutan heterogen sebagai pintu masuk. Pintu Rimba berada pada ketinggian 1.800 mdpl. Di sini ada lokasi shelter dan juga lokasi air kurang lebih 200 meter sebelah kiri. Jarak tempuh ke Bangku Panjang 2 km atau 30 menit perjalanan, lintasannya agak landai memasuki kawasan hutan heterogen. Pos Bangku Panjang dengan ketinggian 1.909 mdpl, terdapat dua buah shelter yang dapat digunakan untuk beristirahat. Menuju Batu Lumut medan masih landai jarak 2 km dengan waktu tempuh sekitar 45 menit melintasi kawasan hutan. Pendaki dapat beristirahat di Pos Batu Lumut yang berada di ketinggian 2.000 mdpl, namun di sini tidak ada shelter-nya. Terdapat sungai yang kadang kala kering di musim kemarau. Untuk menuju Pos 1 yang berjarak sekitar 2 km dari Batu Lumut kita membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Jalur memasuki kawasan hutan yang lebat dan terjal dengan kemiringan 45 hingga 60 derajat. Pos 1 ini berada di ketinggian 2.225 mdpl dan terdapat sebuah pondok yang dapat digunakan untuk beristirahat. Untuk menuju Pos 2 jarak yang harus ditempuh sekitar 3 km dengan waktu tempuh 2 jam. Di lintasan ini kadang kala dijumpai medan yang terjal dengan kemiringan hingga 45 derajat tetapi masih bertemu dengan medan yang landai. Terdapat sebuah Pondok yang sudah tua di Pos 2 yang berada di ketinggian 2.510 mdpl, di sini pendaki dapat beristirahat. Untuk menuju Pos 3 jarak yang harus ditempuh adalah 2 km dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Di lintasan ini dapat kita jumpai tumbuhan paku-pakuan dengan kondisi hutan yang agak terbuka. Terdapat Pondok yang sudah rusak tinggal kerangkanya di Pos 3 yang berada di ketinggian 3.073 mdpl. Di tempat ini pendaki dapat beristirahat dan masih nyaman untuk mendirikan tenda karena masih terlindung oleh pepohonan. Waktu tempuh untuk menuju puncak dari pos ini sekitar 4 jam. Untuk menuju ke Pos 4 jarak yang harus ditempuh sekitar 1,5 km, memerlukan waktu sekitar 1,5 jam. Kondisi jalur berupa bekas aliran air sehingga akan berubah menjadi selokan bila turun hujan. Pos 4 berada pada ketinggian 3.351 mdpl, tempat ini cukup lapang dan bisa untuk mendirikan beberapa tenda, namun cuaca di sini sering kali tidak bersahabat. Lintasan selanjutnya untuk menuju puncak berupa pasir dan batuan cadas. Jarak tempuh menuju puncak 2 km dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Di lintasan ini pendaki perlu ekstra hati-hati.

Tips & Trik Ke Gunung Kerinci

Apabila mencari rute yang cepat maka disarankan berangkat dari Padang. Selain dari Kersik Tuo bisa juga dicapai dari Lubuk Gadang dan Kayu Aro. Akan tetapi, rute Kersik Tuo lebih umum dipakai para pendaki. Sangat disarankan untuk menggunakan jasa pemandu setempat yang berpengalaman yang sudah memahami lokasi pendakian. Penting untuk memperhatikan perlengkapan dan perbekalan sleeping bag, tenda, jas hujan, jaket, sepatu hiking, perlengkapan memasak, makanan, dan perlengkapan obat. Selama pendakian sangat disarankan untuk tidak membawa makanan berbau amis karena dapat mengundang binatang liar mendekat ke arah Anda. Pendakian menuju Gunung Kerinci dapat ditempuh dengan dua jalur. Pertama, rute Padang dengan bus umum jurusan Padang - Sungai Penuh kemudian turun di Desa Kersik Tuo. Kedua, Rute Jambi dengan bus ke Kota Muara Bungo dilanjutkan dengan mini bus sampai ke Sungai Penuh.



  Post Terkait


Leave comment







kami pasti memberikan pelayanan yang terbaik