Robi Rusman | 2017-12-24, 19:08:38 WIB | 243 Views

Pembentukan bangsa indonesia adalah akibat perjalanan sejarah Asia Tenggara (Hindia Belakang), yang berlangsung beberapa kali periode. Pertebaran bangsa Austronesia (Melayu Tua) berlangsung dalam zaman Prahistoria (Prasejarah) dan dapat dibuktikan dengan peninggalan kapak batu yang serupa di daerah-daerah asia tenggara. Menurut kemajuan perkakas yang dapat digali dari dalam tanah, maka prasejarah Neolitikum Indonesia dapat ditetapkan bermula 3.500 sampai 4.000 tahun sebelum Nabi Isa (Sebelum Masehi), atau lebih tegas lagi paling sedikit sudah 6.000 tahun terdahulu.

Alat-alat masa neolitikum yang ditemukan di daerah kerinci terbuat dari bahan batu seperti kapak, beliung, serut, punusuk, belincung, batu inti, cakram beralur dan serpihan-serpihan obsidian. Alat-alat budaya lainnya lesung batu, lumpang, batu persegi empat, gerabah bermotif paddle mark terbuat dari tanah liat yang dibakar dan perhiasan manik-manik berwarna dari bahan batu akik darah. Khusus mengenai serpihan obsidian yang ditemui dikerinci disebut menjadi inti dari kebudayaan alat serpih (Flakes Culture) termasuk dalam zaman Mesolitikm. Mesolitikum ialah zaman peralihan antara Paleolitikum (Batu Tua) dan Neolitikum (Batu Baru). Obsidian adalah sejenis batuan vulkanis serupa kaca berwarna hitam, bila dipecahkan dapat mebentuk sisi-sisi yang sangat tajam. Serpih Obsidian dipergunakan oleh manusia zaman prasejarah untuk kegiatan sehari-hari, dalam kehidupan bercocok tanam dan mengolah hasil buruan.

Sebaran alat-alat serpih obsidian berikut dengan pecahan-pecahan gerabah di daerah kerinci, dapat ditemukan pada lokasi yang sangat luas. terutama dalam wilayah Kecamatan Gunung Raya. sekeliling Danau Kerinci dan sepanjang dataran aliran sungai Batang Merangin menunjukkan bangsa Austronesia (Melayu Tua) yang bermukim di daerah kerinci dengan inti kebudayaan alat-alat serpihan obsidian (Flakes Culture) dan teknologi pembuatan gerabah yang maju dengan pemberian warna merah dsamping pola hias yang beragam. Kehidupan prasejarah ini berlangsung antara 6.000-2000 tahun SM, bahkan kebudayaan alat-alat serpih berlangsung sampai ke zaman perunggu dan pemakaian alat-alat besi.

Peninggalan lain yang ditemukan di Kerinci sejenis menhir dari batu, keadaannya sangat unik karena belum pernah ditemukan dilain daerah di Indonesia. Batu ini berbentuk silinder (silindrik), dengan posisi tidur atau tergeletak di atas permukaan tanah, keadaan di Kerinci seolah-olah adanya penyimpangan dari tradisi megalitik yang terdapat di Indonesia. Batu silindrik tersebut ada yang berelief dan ada pula yang polos tanpa motif sama sekali. Banguna megalitik (batu besar) selalu berdasarkan kepercayaan akan adanya hubungan antara yang hidup dan yang mati, terutama kepercayaan kepada adanya pengaruh kuat dari yang telah mati terhadap kesejahteraan masyarakat dan kesuburan tanaman. Benda-benda peninggalan dari tradisi megalitik yang terdapat di kerinci menunjukkan suatu tipe tradisi purba yang bersifat local geneus dan mencerminkan kemampuan berkreasi masyarakat pendukungnya.

Saat sekarang batu silindrik yang ada di Kerinci sebanyak tujuh buah, ada yang bermotif manusia kangkang, matahari, lingkarang gong, sulur, garis-garis simetris, garis ganda bentuk oval dan manusia berwujud raksasa. Ada juga yang polos tanpa motif apapun, secara kronologis berasal dari masa 6.000 tahun SM, temuan serupa terdapat di India satu buah(Survei tradisi megalitik Kecamatan Gunung raya, Soejono, R.P, Prof.Dr: 1994). Ukuran silindrik juga bervariasi, seperti Batu Patah di Muak memiliki ukuran panjang 4.20 m, lebar 1m dan tinggi 1,7m. Sebuah monolit ialah gajah, kerbau, kerbau, kuda, anjing dan manusia bermahkota.

Bukti tertua lain yang ditemukan di daerah Kerinci berupa keramik kuno dari masa pemerintahan Dinasti Han di Cina (202 SM hingga 221 M), temuan ini berbentuk guci, mangkuk bergagang, guci bertutup dan sebuah tempayan berkaki tiga tempat menyimpan abu jenazah. Adanya keramik kuno (Han) di daerah kerinci memberi dugaan kepada kita akan kemampuan penduduk prasejarah Kerinci mengadakan hubungan timbal balik dengan perantau daratan Cina, baik dalam bentuk tukar-menukar barang ataupun kegiatan dagang. Selain keramik han di Kerinci juga ditemua keramik Tangm Sung, Yuan, Ming dan Qing, walaupun bentuk temuan tersebut berupa fragmentaris.

Sumber: dikuttip dari buku dinas pendidikan kabupaten kerinci



  Post Terkait


Asal Usul Kata Kerinci

Asal Usul Kata Kerinci

Kerinci mengandung pengertian kata ganda atau dua...

Danau Lingkat

Danau Lingkat

Danau Lingkat Berbeda dengan Danau Kaco yang...

Danau Kaco

Danau Kaco

Jangan mati dulu sebelum datang ke Kerinci. Danau...

Tari Asyeik Kerinci

Tari Asyeik Kerinci

Tari asyeik merupakan sebuah tarian purba yang...

Gunung Kunyit

Gunung Kunyit

Salah satu hutan yang berada dalam kawasan Taman...

Kulit Manis Kerinci

Kulit Manis Kerinci

Herbal yang terpenting dan terkenal di Kerinci...

Leave comment







kami pasti memberikan pelayanan yang terbaik