Menjadi Pribadi Yang Bermanfaat


Robi Rusman | 2017-12-21, 16:47:11 WIB | 126 Views

Manusia adalah makhluk yang paling sempurna dan mulia di banding dengan makhluk-makhluk lainnya. Allah Swt berfirman: “Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah kami ciptakan.” (QS. Al Isra: 70).

Menjadi pribadi yang baik merupakan suatu hal yang sangat diperhatikan dalam agama islam. Hal ini karena Islam itu tidak hanya ajaran normatif yang hanya diyakini dan dipahami tanpa diwujudkan dalam kehidupan nyata, tapi islam memadukan dua hal antara keyakinan dan aplikasi, antara norma dan perbuatan, antara keimanan dan amal saleh. oleh sebab itulah ajaran islam yang diakini dalam islam harus tercermin dalam setiap tingkah laku, perbuatan dan sikap pribadi-pribadi muslim.

Setiap jiwa dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka dari itu mesti dirawat dan dijaga kefitrahannya dan selanjutnya dibangun agar menjadi pribadi yang baik. Sisi yang harus dibangun pada pribadi muslim adalah:
Ruhiyah: “Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya. Sungguh sangat beruntung orang yang mensucikannya dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya,” (QS. Asy Syams: 7-10). Amat merugi siapa yang mengotorinya dan peringatan keras agar kita meninggalkan amalan yang bisa mengeraskan hati. Aspek-aspek yang sangat terkait dengan ruhiyah adalah: Aspek Akidah, Ruhiyah yang baik akan melahirkan aqidah yang baik, dan sebalik nya. padalah aqidah adalah suatu keyakinan yang akan mewarnai sikap dan tingkah laku seseorang. Oleh sebab itu jika aqidah ingin dibangun dengan baik maka ruhiyah harus dikokohkan.
Aspek Akhlak, Akhlak adalah bukti tingkah laku dari nilai yang diyakini seseorang. Akhlak merupakan bagian terpenting dari keimanan. Akhlak juga salah satu tolak ukur kesempurnaan iman seseorang. Apek tingkah laku: Tingkah laku adalah cerminan akhlak yang melekat pada diri seseorang.

Fikriyah: Kepribadian islami ditentukan oleh sejauh mana kokoh aspek fikriyah. Kejernihan fikriyah, kekuatan akal seseorang akan memunculkan amalan seseorang, kreativitas dan akan lebih dirasa daya menfaat seseorang untuk orang lain. FIkriyah meliputi wawasan keislaman, pola pikir islami, disiplin.

Amaliyah: Di antara sisi yang harus dibangun pada pribadi muslim adalah sisi amaliyahnya. Amaliyah harakiah yang merubah kehidupan seorang mukmin menjadi lebih baik. Hal ini penting sebab amaliyah adalah satu di antara tiga tuntutan iman dan Islam seseorang. Tiga tuntutan tersebut adalah: al-iqror bil- lisan (ikrar dengan lisan), at-tashdiq bil-qalb ( meyakini dengan hati), dan al-amal bil jawarih (beramal dengan seluruh anggota badan). Jadi tidak cukup seseorang menyatakan beriman tanpa mewujudkan apa yang diyakininya dalam bentuk amal yang nyata.

“Maka katakanlah “beramallah kamu niscaya Allah dan RasulNya serta orang-orang beriman akan melihat amalanmu itu. Dan kamu akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakanNya kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. at-Taubah: 105).

Umat Islam dituntut oleh Allah –subhânahu wa ta`âlâ- untuk menunaikan sejumlah amal, baik yang bersifat individual maupun yang kolektif bahkan kewajiban yang sistemik. Kewajiban individual akan lebih khusyu’ dan lebih baik pelaksanaannya jika ditunjang dengan sistem yang kondusif. Shalat, puasa , zakat dan haji misalnya akan lebih baik dan lebih khusyu’ kalau dilaksanakan di tengah suasana yang aman tenteram dan kondusif. Apalagi kewajiban yang bersifat sistemik seperti dakwah, amar ma’ruf nahi mungkar, jihad dsb, mutlak memerlukan ketersediaan perangkat sistem yang memungkinkan terlaksananya amal tersebut.

Pentingnya amaliyah harakiah dalam kehidupan seorang mukmin laksana air. Semakin banyak air bergerak dan mengalir semakin jernih dan semakin sehat air tersebut. Demikian juga seorang muslim semakin banyak amal baiknya, akan semakin banyak daya untuk membersihkan dirinya, sebab amalan yang baik bisa menjadi penghapus dosa. Simaklah QS. Huud: 114: “Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam, sesungguhnya perbuatan yang baik itu menghapuskan perbuatan yang buruk (dosa), itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat” (QS. Huud: 114).



  Post Terkait


Ketangguhan Hidup

Ketangguhan Hidup

Dan sampaikanlah berita gembira kepada...

Adab-adab Ikhtilaf

Adab-adab Ikhtilaf

Islam telah meletakkan sendi-sendi adab yang...

Keutamaan Shalat Malam

Keutamaan Shalat Malam

Sesungguhnya di antara amal ibadah yang paling...

Leave comment







kami pasti memberikan pelayanan yang terbaik