Suku Melayu Tertua itu Kerinci

Suku Kerinci


Robi Rusman | 2018-02-17, 11:33:51 WIB | 220 Views

Kerinci merupakan salah satu pusat peradaban melayu tua yang ada di dunia, berbagai peninggalan kebudayaan masa lampau masih banyak tersimpan di negeri yang dijuluki Sekepal Tanah Dari Surga yang Tercampak Ke Dunia. Suku kerinci yang mendiami puncak Andalas Sumatera dikenal sebagai salah satu suku yang tertua yang ada di Pulau Sumatera. Alasan menggolongkan suku kernci termasuk suku yang tertua karena pada zaman megalithikum sudah ada manusia di daerah Kerinci..

Suku kerinci menurut para ahli dan ilmuwan merupakan dari orang Melayu, sebagian dari ahli menyebutkan suku Kerinci bersal dari Zaman Neolitikum, dan pendapat ini secara kasat mata dapat dilihat dari Tipe Orang Kerinci yang ada sekarang memperlihatkan banyak persamaan dengan Melayu tua yang mirip dengan tipe Mongoloid, mata menyerupai mata orang cina, badan pendek tegap dan kulit mendekati putih. Dan juga pendapat ini dapat dilihat dari Bahasa Kerinci yang termasuk dengan bahasa Austronenesia barat, yaitu bahasa Melayu Tua (Drs, Thabran Kahar, 1981/1982:43).

Peneliti dari Amerika serikat Dr Bennet Bronson bersama dengan Tim Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional Jakarta pada tahun 1973 mengatakan ‘Suku Kerinci yang mendiami dataran tinggi bukit barisan di sekitar Gunung Kerinci lebih tua dari suku inka, Indian di Amerika bahkan Jauh lebih tua dari Proto-Melayu.’. Bukti Kuat yang diungkapkan Bennet adalah manusia ‘Kecik Wok Gedang Wok’ yang ia yakini merupakan suku pertama yang telah mendiami dataran tinggi kerinci lebih dari 10.000 tahun yang lalu. Hal lain yang sering dijadikan sampel penelitian oleh para peneliti adalah keragaman bahasa dan dialek di Kerinci.

Suku kerinci mendiami lembah dan pegunungan yang subur, umumnya kehidupan masyarakat di kerinci sebagian besar adalah petani. Area persawahan di kerinci memiliki sistem pengairan yang memanfaatkan air yang mengalir dari pegunungan, dengan kondisi bentang alam seperti itu menyebabkan daerah ini memiliki banyak upacara tradisional yang berhubungan dengan kesuburan tanah dan alam.

Baca Juga Tari Asyeik Kerinci

Oleh sebab itu hingga saat ini sebagian besar masyarakat Kerinci masih menyelenggarakan upacara tradisional tertentu, baik itu berhubungan dengan kepercayaan maupun yang berhubungan dengan agama langit (islam).

Orang suku kerinci pada masa lalu sudah memiliki bahasa, aksara, undang-undang (hukum) dan memiliki mata uang tersendiri. Bahasa kerinci mempunyai bermacam logat/dialek, dan hingga saat ini tercatat sekita 170 buah logat/dialek dan memiliki bentuk dan karakter yang berbeda dengan logat-dialek suku bangsa lainnya. Hampir di setiap jengkal pelosok alam kerinci terdapat beragam benda budaya diantaranya adalah Batu Megalth, Selindrik, Punden berundak, Menhir dan berbagai artefak termasuk prasasti kerinci yang ditulois pada daun lontar, randuk, ruas bambu dan ratusan benda budaya yang berusia ribuan tahun.



  Post Terkait


Tabuh Larangan

Tabuh Larangan

Kerinci sejak zaman dahulu dikenal dengan...

Air Terjun Pancaro Rayo

Air Terjun Pancaro Rayo

Memang wajar jika Kerinci dijuluki sebagai negeri...

Danau Duo

Danau Duo

Danau Kerinci, Danau kaco, Danau Lingkat, masih...

Pesona Bukit Tabing

Pesona Bukit Tabing

Masih ada lagi yang menggoda, membuat ngiler,...

Lintasan Sejarah Kerinci

Lintasan Sejarah Kerinci

Pembentukan bangsa indonesia adalah akibat...

Asal Usul Kata Kerinci

Asal Usul Kata Kerinci

Kerinci mengandung pengertian kata ganda atau dua...

Leave comment







kami pasti memberikan pelayanan yang terbaik