Tabuh Larangan, Salah Satu kebudayaan peninggalan kerinci

Tabuh Larangan


Robi Rusman | 2018-02-14, 18:19:42 WIB | 467 Views

Kerinci sejak zaman dahulu dikenal dengan peninggalan kebudayaan, dan yang saat ini masih tersimpan yaitu Tabuh Larangan yang tersebar di berbagai wilayah adat Sakti Alam Kerinci.  Dibanyak lokasi sebagian besar tabuh (Beduk Raksasa) larangan terbuat dari bahan kayu-kayu besar jenis kayu letoy dan Medang Jangkat yang berumur lebih dari 250-300 tahun. Tabuh larangan ini diduga mulai dikerjakan pada masa awal penyebaran agama islam di Bumi Alam Kerinci. Tabuh Larangan ini pada masa lalu hingga saat ini hanya digunakan pada hari raya, pelantikan pemangku adat, pemberitahuan adanya serangan musuh atau tanda marabahaya lainnya.

Beduk/Tabuh Larangan yang berusia lebih dari 250 tahun dapat ditemui  di Luhah Datuk Singarapi Putih Kota Sungai Penuh, di Dalam Masjid Agung Pondok Tinggi, di Desa Maliki Air Rawang Kota Sungai Penuh, di Siulak, Desa Kubang,  Dll.

Tabuh larangan ini tidak boleh dibunyikan sembarangan, namun tabuh larangan hanya boleh dibunyikan pada kondisi tertentu.



  Post Terkait


Air Terjun Pancaro Rayo

Air Terjun Pancaro Rayo

Memang wajar jika Kerinci dijuluki sebagai negeri...

Danau Duo

Danau Duo

Danau Kerinci, Danau kaco, Danau Lingkat, masih...

Pesona Bukit Tabing

Pesona Bukit Tabing

Masih ada lagi yang menggoda, membuat ngiler,...

Lintasan Sejarah Kerinci

Lintasan Sejarah Kerinci

Pembentukan bangsa indonesia adalah akibat...

Asal Usul Kata Kerinci

Asal Usul Kata Kerinci

Kerinci mengandung pengertian kata ganda atau dua...

Danau Lingkat

Danau Lingkat

Danau Lingkat Berbeda dengan Danau Kaco yang...

Leave comment







kami pasti memberikan pelayanan yang terbaik